Langsung ke konten utama

Unggulan

Tak Tersentuh

Ada ruang di dalam hatiku yang selalu waspada—tempat di mana harapan takut tumbuh terlalu tinggi. Aku pernah belajar, sayang, bahwa semakin besar harapanku, semakin dalam pula sakit yang kurasakan saat semuanya runtuh. Aku masih ingat rasanya dihancurkan oleh ekspektasi yang kugenggam erat. Dulu, aku begitu yakin pada janji yang ternyata hanya angin lalu. Sejak saat itu, aku belajar untuk tidak lagi berharap terlalu banyak—menahan diri agar tak terjatuh terlalu dalam. Tapi lalu kau datang, dengan senyum yang terasa begitu tulus dan tatapan yang seolah menjanjikan kebahagiaan. Jujur saja, aku ingin sekali percaya, ingin mengizinkan hatiku melangkah lebih jauh. Tapi ketakutan itu tetap ada, menyusup seperti bayangan gelap yang tidak mau pergi. Aku takut, sayang. Takut kalau semua ini hanya mimpi yang akan terbangun dengan luka baru. Takut jika aku kembali mempertaruhkan segalanya hanya untuk melihatmu pergi pada akhirnya. Kau mungkin tidak tahu seberapa besar perjuanganku untuk tetap...

Perkara Payung


Aku bukan payung yang selalu kamu genggam. Aku hanya sesuatu yang kamu cari saat hujan datang tiba-tiba, saat langit terlalu muram untuk berjalan sendiri, dan saat angin terlalu kencang menerbangkan langkahmu. Kamu membukaku dengan tergesa, mengandalkanku untuk menahan rinai yang jatuh tanpa ampun, lalu menggenggam erat seolah aku satu-satunya perlindungan yang kamu punya.

Tapi aku tahu, aku hanya sementara. Saat awan gelap pergi, saat matahari kembali menghangatkan pipimu, aku tak lagi kamu butuhkan. Aku akan dilipat, disimpan di sudut yang mungkin lama tak kamu sentuh. Kadang kamu lupa di mana aku berada, kadang kamu tak peduli apakah aku masih utuh atau sudah mulai rapuh. Aku hanya terbuka saat kamu merasa perlu, hanya dipeluk erat saat dunia terasa terlalu dingin.

Aku bukan rumah yang selalu menanti kepulanganmu. Aku bukan pelukan yang kamu cari di setiap gelisahmu. Aku hanya ada di genggaman saat kamu kehujanan, lalu dibiarkan saat langit kembali cerah. Kamu mungkin berpikir aku akan selalu ada, selalu siap ketika badai datang. Tapi kamu lupa, bahkan payung pun bisa rusak, bisa terbang ditiup angin, bisa hilang di suatu tempat yang bahkan tak sempat kamu ingat.

Dan jika suatu saat kamu mencari, tetapi aku tak lagi ada, mungkin saat itu kamu akan sadar. Sadar bahwa aku pernah melindungimu tanpa meminta apa pun. Bahwa aku pernah ada, meskipun hanya sejenak. Bahwa aku bukan sekadar benda yang bisa kamu buka dan tutup sesuka hati. Tapi saat itu, mungkin sudah terlambat. Karena aku bukan payung yang bisa selamanya menunggu hujanmu datang.


Komentar

Postingan Populer